Disaat rendahnya tingkat kepercayaan rakyat terhadap pemerintah, mengerahkan tentara adalah pilihan yang paling mudah. Karena rakyat sekarang lebih senang demonstrasi daripada upacara.
Sentralisasi penyiaran, selain mengundang tanya, juga terasa kaku, sebab tukang kamera “hanya” meng-closed-up muka Presiden SBY dan Nyonya beserta Wapres Jusuf Kalla plus Nyonya juga. Mana pejabat publik yang lain? Tokoh yang lain? Apakah ini “blocking time”? Wah, kalau iya bisa “guuawattt” ini?
SBY menyerahkan obor, sebagai simbol estafet dan regenerasi dan berpidato bahwa Indonesia Bisa.
Namun sangat banyak sebanarnya yang Indonesia Tidak Bisa, apa coba?
- Tidak bisa menurunkan harga, SEMBAKO dan BBM
- Tidak bisa mengurangi jumlah Orang Miskin
- Tidak bisa memberikan pendidikan Murah apalagi Gratis
- Tidak bisa memberikan pengobatan Murah apalagi (juga) Gratis
- Tidak bisa menangkap para KORUPTOR kelas kakap.
- Tidak bisa … ah, cape deh!
Namun harus diakui juga bahwa:
- Indonesia sangat bisa membuat upacara “hingar-bingar” pada setiap Hari Peringatan (apa saja) dan setelah itu BISA LUPA dengan Semboyan dan Slogannya.
- Indonesia sangat bisa mengemis, meminta bantuan - hutang kepada negara lain, IMF, WordlBank dan sebangsanya, lalu dikorupsi rame-rame, rebutan, gontok-gontokan dan nanti mengharapkan “bisa dibayar” oleh anak cucu.
- Indonesia sangat bisa membuat janji-janji dan sangat bisa dengan cepat lupa janji-janji itu.
- Indonesia sangat bisa MENYUSAHKAN RAKYATnya sendiri.
- Indonesia sangat bisa MENYENANGKAN PARA KORUPTOR dengan membiarkannya hidup bebas.
- Indonesia sangat bisa membuat Rakyatnya menangis, berurai air mata yang tak mungkin dihapus dengan selembar uang Rp. 100.000 per bulan per keluarga.
- Indonesia sangat bisa,
[terusin deh...]
*menekur, lalu mendengkur …*

















0 Tanggapan ke “SBY Kerahkan TNI pada Harkitnas”